CINITY
NEWS


Menaksir Prospek Pasar Properti di Cikarang Terdampak Proyek MRT Fase 3


29 Aug 2024

“Nilai investasi pembangunan 500 hektare ini mencapai Rp60 triliun. Nantinya, akan dibangun rumah sebanyak 35.000 unit,” ujarnya menjawab Bisnis, Sabtu (24/8/2024). 

Pada tahap 1, pengembang akan menggarap 50 hektare terlebih dahulu dimana akan memiliki 1.600 rumah dengan konsep megaklaster bernama Mizumi seluas 20 hektare. 

Hingga akhir tahun ini, Cinity bakal menjual hunian klaster Mizumi sebanyak 780 unit yang dibagi dalam beberapa fase dan ditargetkan dapat meraup marketing sales atau prapenjualan mencapai Rp616 miliar. 

Adapun pada fase 1, pengembang akan menjual 432 unit rumah dengan harga sekitar Rp690 juta hingga Rp1 miliar.

“Saat ini kami jual 176 unit dahulu baru nanti bulan depan kami buka lagi 256 unit. Saat ini dari 176 unit yang kami jual, NUP (Nomor Urut Pemesanan) sudah capai 200 orang, ini artinya memang sudah habis terjual untuk fase 1A, bulan depan kami buka 1B dengan harga yang mungkin sedikit mengalami kenaikan. Pembangunan akan dilakukan dalam waktu 18 bulan,” tuturnya. 

Klaster Mizumi ini mengusung konsep dan nuansa Jepang dengan 2 lantai 3 kamar tidur yang memiliki luas bangunan 47 meter dan luas tanah 60 meter, Di kawasan tersebut memiliki 15 fasilitas premium, danau seluas 1 hektare, dan tiga Japanese Thematic Garden. 

Hunian di klaster Mizumi akan dibangun dengan bahan bangunan eco-friendly material dari Joe Green, perusahaan internasional dengan bahan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. 

Pihaknya optimistis penjualan hunian di Cinity akan terserap pasar. Hal ini karena ke depannya akan ada depo atau stasiun MRT fase 3 dari east – west line (Cikarang – Balaraja). Kementerian Perhubungan meminta Kabupaten Bekasi untuk membuat trase MRT. 

Lalu pemerintah kabupaten Bekasi meminta pengembang untuk menyediakan lahan seluas 10 hektare hingga 20 hektare di kawasan Cinity untuk dijadikan depo atau stasiun MRT. 

“Jalur MRT nanti mengikuti jalur tol, saat ini lahan masih dikaji konsultan dan rencana stasiun MRT ada di dalam lokasi. Kita berharap stasiun depo MRT ini bisa di kami, saat ini sedang pitching,” katanya. 

Selain depo MRT, saat ini pengembang juga tengah mengajukan kepada Kementerian Perhubungan untuk dapat membangun stasiun commuter line atau kereta api di Cinity. 

Rencananya, pembangunan stasiun itu mengusung konsep park and ride yang dapat memarkirkan kendaraan pribadi. 

“Stasiun Cinity dalam tahap finalisasi desain dan anggaran yang ditargetkan bisa selesai tahun ini,” ucap Ming. 

Source: Bisnis Indonesia